Alkisah di peternakan Kakek Tulus, Cici Kelinci sedang belajar akrobat wortel kepada Moli Monyet. Tanpa sengaja, wortel yang sedang menari-nari di tangannya jatuh dan memecahkan satu telur ayam betina si Boni. Karena takut kena marah, Cici bersembunyi ketika Boni datang dan menanyakan siapa yang memecahkan telurnya kepada hewan-hewan lain di peternakan Kakek Tulus.
Dari balik persembunyiannya Cici melihat dan bergumam,”Kasihan teman-teman, saya yang berbuat, mereka yang kena marah. Kalau saya diam, tentu berdosa. Kan, saya yang salah.” Akhirnya dengan gemetaran Cici keluar dari persembunyiannya dan berkata, ”Maaaaa...maaf, saya sal-salah, saya yang memecahkan telurmu, saya siap dihukum,” kata Cici sambil menundukkan kepala.
Sepenggal kisah dongeng di atas menggema di ruang rapat pleno lantai 3 gedung KPK, Selasa (½) pagi, ditimpali suara riuh rendah sekitar seratus anak yang duduk bersila memadati ruangan. Ya, hari itu KPK kedatangan tamu spesial, yaitu murid-murid Raudhatul Athfal (Taman Kanak-Kanak Islam) Nurul Ikhlas Kota Depok. “Kita ajak anak-anak TK ini mendengarkan dongeng untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran. Cerita ini mengajarkan kepada anak bagaimana harus jujur dan mau mengakui kesalahan dengan segala risikonya,” papar Irawati, fungsional pada Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyrakat (Dikyanmas) KPK.
Berseragam kuning orange dan didampingi sepuluh guru didiknya, anak-anak berusia 3-5 tahun ini terlihat antusias mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Chrystelina. Fungsional Humas KPK ini mengaku sangat senang bisa mengajarkan kejujuran kepada anak-anak melalui dongeng. “Sengaja dongeng saya kemas dengan bahasa yang lugas dan interaktif agar anak-anak mudah memahami dan terus mengikuti alur ceritanya,” jelasnya.
Mahesa (4 tahun), salah seorang siswa, mengaku sangat suka dan senang dengan dongeng yang dibawakan. “Apalagi bisa bawa pulang buku dongengnya,” katanya dengan mata berbinar-binar. Kepala Sekolah RA Nurul Ikhlas, Ekyantiningsih, berharap apa yang telah disampaikan melalui dongeng ini bisa membekas kepada anak-anak didiknya di masa datang.
Mendongeng memang dipilih KPK sebagai salah satu strategi pencegahan tindak pidana korupsi. Di bidang pendidikan masyarakat, KPK menerbitkan buku kumpulan dongeng “Cerita dari Peternakan Kakek Tulus” untuk menanamkan nilai-nilai moral yang luhur sejak dini kepada anak-anak. Nilai kejujuran merupakan salah satu nilai yang diangkat dalam buku ini, di samping nilai-nilai lain, yaitu keadilan, kerja sama, kepedulian, tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian, kegigihan dan kesederhanaan.
“Diharapkan, pada akhirnya dapat tercipta generasi-generasi baru yang jauh lebih baik dan bersih dalam sikap dan perilaku keseharian mereka hingga nantinya dapat menjadi generasi yang anti korupsi,” tandas Irawati. (Humas)
Sepenggal kisah dongeng di atas menggema di ruang rapat pleno lantai 3 gedung KPK, Selasa (½) pagi, ditimpali suara riuh rendah sekitar seratus anak yang duduk bersila memadati ruangan. Ya, hari itu KPK kedatangan tamu spesial, yaitu murid-murid Raudhatul Athfal (Taman Kanak-Kanak Islam) Nurul Ikhlas Kota Depok. “Kita ajak anak-anak TK ini mendengarkan dongeng untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran. Cerita ini mengajarkan kepada anak bagaimana harus jujur dan mau mengakui kesalahan dengan segala risikonya,” papar Irawati, fungsional pada Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyrakat (Dikyanmas) KPK.
Berseragam kuning orange dan didampingi sepuluh guru didiknya, anak-anak berusia 3-5 tahun ini terlihat antusias mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Chrystelina. Fungsional Humas KPK ini mengaku sangat senang bisa mengajarkan kejujuran kepada anak-anak melalui dongeng. “Sengaja dongeng saya kemas dengan bahasa yang lugas dan interaktif agar anak-anak mudah memahami dan terus mengikuti alur ceritanya,” jelasnya.
Mahesa (4 tahun), salah seorang siswa, mengaku sangat suka dan senang dengan dongeng yang dibawakan. “Apalagi bisa bawa pulang buku dongengnya,” katanya dengan mata berbinar-binar. Kepala Sekolah RA Nurul Ikhlas, Ekyantiningsih, berharap apa yang telah disampaikan melalui dongeng ini bisa membekas kepada anak-anak didiknya di masa datang.
Mendongeng memang dipilih KPK sebagai salah satu strategi pencegahan tindak pidana korupsi. Di bidang pendidikan masyarakat, KPK menerbitkan buku kumpulan dongeng “Cerita dari Peternakan Kakek Tulus” untuk menanamkan nilai-nilai moral yang luhur sejak dini kepada anak-anak. Nilai kejujuran merupakan salah satu nilai yang diangkat dalam buku ini, di samping nilai-nilai lain, yaitu keadilan, kerja sama, kepedulian, tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian, kegigihan dan kesederhanaan.
“Diharapkan, pada akhirnya dapat tercipta generasi-generasi baru yang jauh lebih baik dan bersih dalam sikap dan perilaku keseharian mereka hingga nantinya dapat menjadi generasi yang anti korupsi,” tandas Irawati. (Humas)





0 komentar:
Posting Komentar